Sering kali kita ingin hidup dengan cara kita sendiri. Kita ingin semuanya terasa aman, nyaman, dan berada dalam kendali kita. Kita menghindari risiko, menjaga diri, dan berharap hidup berjalan sesuai rencana yang kita buat.
Namun, Yesus Kristus menunjukkan jalan yang berbeda. Ia mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang mempertahankan diri, tetapi tentang berani melepaskan sesuatu yang sangat berharga dan sulit untuk kita lepaskan, bahkan tentang percaya, bahkan saat kita tidak memegang kendali. Ia mengingatkan bahwa ketika kita terlalu sibuk menjaga diri sendiri, kita justru bisa kehilangan makna hidup yang sebenarnya.
Hidup yang sejati bukan ditemukan saat kita menggenggam semuanya erat-erat, melainkan saat kita belajar menyerahkan hidup kita kepada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Di situlah, tanpa kita sadari, kita menemukan kehidupan yang lebih dalam, lebih utuh, dan penuh arti.
Ketika kita mulai mencoba memahami ajaran Yesus Kristus, kita pelan-pelan sadar bahwa hidup ini bukan sekadar tentang apa yang kita dapatkan, tapi tentang bagaimana kita hidup dan untuk siapa kita hidup.
Yesus mengajarkan kita dalam Matius 16:25 bahwa ketika kita kehilangan nyawa karena Dia, maka kita akan memperoleh. Pada dasarnya kehilangan nyawa terdengar sangat mengerikan, namun jika di mengerti dengan bahwa pemahaman Yesus tentang kehilangan nyawa karena Dia adalah sikap kita yang telah menyangkal diri sendiri, dan menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya adalah milik Kristus sendiri.
Karena itu kita mulai menyadari bahwa tujuan hidup kita lebih besar dari sekadar kepentingan pribadi. Kita hidup untuk mengasihi, untuk melakukan yang benar, dan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Saat kita kehilangan hidup kita karena Kristus, justru kita menemukan hidup yang baru, hidup yang lebih damai, lebih berarti, dan lebih penuh arah. Kita tidak lagi kosong atau bingung, karena kita tahu siapa yang memimpin hidup kita.
Mengikut Kristus memang ada harganya dan itu tidaklah murah. Karena kita harus melepaskan ego dan keinginan kita demi Tuhan sendiri. Tapi Tuhan janji, saat kita kehilangan karena Dia, kita justru mendapatkan hidup yang lebih berarti..